22 Juni 2012

Cara Merakit Komputer Desktop Bagian 2

Memasang Memory

Silakan klik Cara merakit komputer desktop bagian 1 bagi anda yang belum membaca. Untuk memasang kepingan memory yang perlu diperhatikan dalam pemasangannya adalah, crossbar atau lekukan kecil seperti pemisah, yang terdapat di memory dan socket DIMM pada motherboard.

Memasang Memory DDR

Crossbar atau notch ini berfungsi sebagai patokan dalam pemasangan memory agar tidak terbalik, langkah pertama buka klip pengaman memory, kemudian masukan modul memory ke dalam socket dan sejajarkan lekukan kecil pada memory dengan lekukan pada socket DIMM, langkah kedua pegang setiap sudut memory lalu tekan kebawah secara bersamaan, pastikan klip pengunci sudah mengait dengan benar.

Jika anda menggunakan lebih dari satu modul memory, lakukan hal yang sama pada memory yang lain. Perlu diketahui bila anda memasang lebih dari satu memory, pastikan PC memory yang anda gunakan sama misalnya DDR 400 dengan DDR 400 juga, atau usahakan dari pabrikan yang sama.

Sebab kalau anda memasang memory yang PCnya berbeda, sebagai contoh DDR 400 dengan DDR 333, maka kecepatan memory DDR 400 akan mengikuti kecepatan memory DDR 333 yang jelas lebih lambat. Namun hal ini tidak begitu terasa pengaruhnya.

Memasang Hard Disk

Baik hard disk type IDE maupun type SATA pemasangannya sama saja, yang berbeda hanya bentuk kabelnya saja. Pertama-tama setting jumper hard disk yang akan digunakan, jika menggunakan satu hard disk maka jumper di set ke master. Kalau ada hard disk lain maka hard disk tambahan di set ke slave, atau cable select. Konfigurasi jumper hard disk biasanya tertera di bagian badan hard disk tersebut.

Bila jumper hard disk sudah anda tentukan, masukan hard disk pada bays chasing yang kosong dan beri sekrup pada sisi kiri dan kanan hard disk tersebut.

Memasang Hardisk

Hubungkan kabel interface hard disk sesuai dengan type yang anda gunakan dan hubungkan ke socket konektor yang terdapat di motherboard. Untuk type kabel IDE biasanya di motherboard tertulis “IDE I dan IDE II” atau “PRI IDE dan SEC IDE”. Untuk kabel SATA tertulis “SATA1, SATA2 dst. Jangan lupa untuk menyambungkan kabel powernya.

Memasang Kabel SATA

Sampai kepada bagian ini tidaklah begitu sulit. Yang terpenting dan harus diperhatikan yaitu pemasangan kabel jika sudah selesai harap di rapikan, agar tidak menghalangi aliran udara didalam chasing komputer.

Memasang CD/DVD Room

Memasang cd/dvd room hampir sama dengan memasang hard disk, dalam pemasangan cd/dvd room berlaku juga setting jumper master, slave atau cable select, Jadi jangan lupa perhatikan setting jumper pada badan cd/dvd room yang digunakan.

Performa terbaik cd/dvd room akan didapat jika memakai kabel IDE atau SATA terpisah dari hard disk, jadi Poinkom hanya menjabarkan pemasangan cd/dvd room dengan sistem kabel terpisah. Untuk hal pertama setting jumper ke type master, kemudian pasang cd/dvd room ke bays yang kosong pada chasing, beri sekrup pada sisi kiri dan kanan kemudian kencangkan agar terhindar dari suara getaran yang bising akibat perputaran cd/dvd ketika digunakan.

Memasang DVD-RW

Hubungkan kabel IDE/SATA pada cd/dvd room tersebut tetapi ingat type cd/dvd room yang anda gunakan beserta kabel powernya. Sambungkan juga kabel ide/sata ke bagian motherboard. Bisa dihubungkan ke IDE II atau SATA2 pada motherboard bila primary channelnya sudah terpakai untuk hard disk.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Thank you, tutorial yang cukup lengkap dan mudah dibaca kok sob

Abdul Rahman mengatakan...

Siapapun anda, makasih masukan dan kunjungannya

Anonim mengatakan...

trim,s mas bro penjelasannya!!!

Posting Komentar

Twitter Facebook Poinkom Tutorial Windows 7 Tutorial Windows 8

 
Powered by Blogger | Blog Listings | Bloggers | Blog Directory